Dalam tradisi Islam, aqiqah hari ketujuh merupakan hal yang sering menjadi pertanyaan di kalangan orang tua baru. Tak sedikit yang bingung: apakah pelaksanaan aqiqah pada hari ke-7 setelah kelahiran itu wajib dilakukan, ataukah hanya sunnah? Artikel ini akan mengupas tuntas jawabannya agar Anda dapat menjalankan ibadah ini dengan penuh keyakinan dan ketenangan.
Aqiqah di Hari Ke-7: Sunnah atau Wajib?
Apa Itu Aqiqah?
Aqiqah adalah bentuk syukur orang tua kepada Allah SWT atas kelahiran anak. Secara teknis, ibadah ini dilakukan dengan menyembelih hewan ternak (biasanya kambing) yang nantinya dibagikan dalam bentuk masakan kepada kerabat, tetangga, atau yang membutuhkan.
Kenapa Hari Ke-7 Menjadi Patokan?
Mengapa banyak ulama menganjurkan aqiqah pada hari ke-7? Ini berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW:
“Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya yang disembelih untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya dan diberi nama.”
(HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi)
Hadis ini menjadi dasar kuat dalam menjadikan hari ke-7 sebagai waktu utama (afdhal) pelaksanaan aqiqah.
Sunnah atau Wajib? Ini Jawabannya
Menurut mayoritas ulama, termasuk dari mazhab Syafi’i dan Maliki, aqiqah adalah ibadah sunnah muakkad (sunnah yang sangat dianjurkan), bukan kewajiban. Artinya, jika tidak dilakukan, tidak berdosa, namun sangat disayangkan jika melewatkannya karena pahala dan keutamaannya begitu besar.
Namun, mazhab Hanbali memiliki pandangan berbeda dengan mewajibkan aqiqah bagi yang mampu. Oleh karena itu, bagi yang ingin mengambil sikap hati-hati dan mendapatkan pahala optimal, sangat baik jika aqiqah dilaksanakan.
Bagaimana Jika Tidak Bisa Hari Ke-7?
Jangan khawatir! Jika pada hari ketujuh belum mampu melaksanakan aqiqah karena alasan ekonomi atau kondisi lainnya, maka bisa dilakukan pada hari ke-14, ke-21, atau kapan pun saat mampu. Yang terpenting adalah niat dan pelaksanaannya sesuai syariat.
Keutamaan Aqiqah di Hari Ke-7
Beberapa keutamaan aqiqah pada hari ke-7 antara lain:
- Meneladani sunnah Rasulullah SAW
- Mengangkat nama baik anak di tengah masyarakat
- Menghilangkan gangguan dari si kecil (makna simbolik dari mencukur rambut)
Kesimpulan: Pilih yang Terbaik Sesuai Kemampuan
Meskipun aqiqah hari ke-7 bukanlah kewajiban mutlak, pelaksanaannya sangat dianjurkan sebagai bentuk pengamalan sunnah dan rasa syukur kepada Allah. Bila belum mampu saat itu, lakukan saat ada rezeki. Jangan sampai niat baik tertunda tanpa kepastian.
Sudahkah kamu menyiapkan aqiqah untuk si kecil?
Jika kamu punya pertanyaan atau pengalaman tentang aqiqah, silakan tinggalkan komentar di bawah ya.
Jangan lupa share artikel ini agar lebih banyak orang tua mendapatkan pemahaman yang benar soal aqiqah! 🌙

Halo semua, harap bijak dalam memberikan komen dan tidak spam. Tks.